Mengapa Menggigit Kuku Itu Lebih Dari Sekedar Kebiasaan Buruk?

Mengapa Bisa Dikatakan Lebih Dari Sekedar Kebiasaan Buruk?

Kebiasaan menggigit kuku tidaklah terlihat hanya dilakukan oleh anak kecil namun orang dewasa juga dapat memiliki kebiasan ini. Mereka yang memiliki kebiasaan ini pastinya tidaklah jarang mendengar perkataan bahwa menggigit kuku itu tidak baik. Apa alasannya? Apakah hanya karena alasan kebersihan? Ternyata tidak sesederhana itu.

Menggigit Kuku

Jika Anda adalah salah seorang yang termasuk memiliki kebiasaan ini atau mungkin memiliki kenalanyang melakukan hal ini, ketahuilah bahwa kebiasan ini sebenarnya adalah kebiasaan yang umum. Penyebab paling umum adalah karena "kebiasaan gugup."

Sering terlihat pada anak kecil dengan rentang umur antara 10 hingga 18 tahun, pada rentang umur ini diketahui ada sekitar 50% anak-anak memiliki kebiasaan ini. Memasuki masa remaja biasanya penyebab seseorang suka menggigit kuku mereka adalah karena stres atau berada dalam tekanan tertentu. Pada beberapa orang kebiasaan ini akan bertahan hingga umur 20an namun pada umur 30an, kebiasaan gigit jari sudah sangat jarang terlihat.

Baca Juga:

Mengapa Menggigit Kuku Itu Lebih Dari Sekedar Kebiasaan Buruk?





Jika kita tahu bahwa kebiasaan menggigit kuku itu akan hilang seiring seseorang bertambah dewasa lalu mengapa seseorang harus belajar menghilangkan kebiasaan ini secepat mungkin? Dan apa alasannya mengapa kebiasaan seperti ini ternyata lebih dari sekedar kebiasaan buruk?
Selain dari bayangan akan segala kotoran yang Anda sentuh masuk ke mulut Anda dimulai dari debu, kotoran di pegangan pintu, kotoran di uang, hingga mungkin cacing di anus Anda, kebiasaan gigit kuku mungkin tidak terlihat berbahaya. Hal itu mungkin berlaku benar kecuali jika Anda mulai menggigit daerah pertumbuhan kuku yang berbentuk U dan menyebabkan kerusakan kuku jangka panjang. Dalam kasus rusaknya daerah pertumbuhan, di ke depannya hal itu akan menyebabkan kuku Anda bertumbuh secara tidak teratur dan menciptakan kuku yang "lucu."
Alasan lain dan sederhananya adalah tahukah Anda kalau menggigit kuku ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit lain seperti pilek, demam, dan sejenisnya? Hal ini karena Anda memasukkan tangan kotor ke dalam mulut Anda yang mungkin saja berisikan bakteri-bakteri penyakit lain. Selain itu dalam kasus yang lebih parah, infeksi mungkin terjadi dan ditandai dengan kemerahan atau pembengkakkan yang juga dapat terjadi di dalam mulut Anda.
Dari nama menggigit kuku saja kita sudah tahu bahwa hal itu juga pasti berkaitan dengan gigi. Dilansir dari Huffingtonpost, menggigit kuku juga dapat menyebabkan efek samping ke gigi seperti gigi yang miring atau kerusakan lapisan gigi contohnya.

Baca Juga:

MCI Indonesia Produk sejuta manfaat untuk Kesehatan Dengan Bioglass MCI

Memberhentikan Kebiasaan Menggigit Kuku





Setelah kita mengetahui alasan mengapa menggigit kuku itu buruk, pertanyaan selanjutnya tentu adalah bagaimana cara menghilangkan kebiasaan tersebut? Mengigit kuku adalah kebiasaan, dan banyak dari Anda pasti tahu sangatlah sulit untuk menghilangkan sebuah kebiasaan. Oleh karena itu hal pertama yang harus dipastikan adalah kemauan untuk memberhentikan kebiasaan tersebut.
Setelah itu ada berbagai cara seseorang dapat mencoba memberhentikan kebiasaan ini dimulai dari mencari kebiasaan lain seperti jika biasanya Anda menggigit kuku sekarang mungkin Anda bisa mencoba memutar-mutar cincin, memainkan gelang, memutar-mutar ujung rambut, dan banyak lainnya. Lalu mencoba memastikan kuku jari Anda selalu pendek karena gunting kuku, hingga cara terakhir bertanya ke dokter,.
Namun apabila cara-cara ini masih terbukti tidak efektif dan kebiasaan menggigit kuku benar-benar tidak dapat dihilangkan maka cara lainnya yang kurang efektif adalah pastikan Anda selalu membersihkan tangan Anda dengan sabun dan jadikan itu kebiasaan di atas yang lainnya.

# Bioglass MCI

Dapat Menyebabkan Seperti Berikut :


1. Infeksi

Menggigit kuku dapat menyebabkan infeksi kulit di sekitar kuku, yang dikenal sebagai paronychia. Hal ini terjadi karena pelindung antara kuku dan lipatan kuku pecah karena lembab. Organisme kemudian bisa masuk ke celah kuku, yang mengakibatkan infeksi bakteri atau jamur di jari.

Paronychia
dapat akut atau kronis. Gejalanya termasuk rasa sakit, nyeri, peradangan dan pembengkakan jari.

2. Bakteri atau virus

Kebiasaan menggigit kuku yang dilakukan secara konstan dapat menyebabkan bakteri atau virus menyebar dari kuku dan jari ke jari lainnya, atau ke bibir dan mulut.

Ketika jari terus menerus basah karena air liur, hal ini dapat menyebabkan infeksi ragi di kuku dan herpes oral. Bakteri dan virus juga dapat menyebabkan kuku dan dasar celah-celah kecil kuku melemah.

Kebiasaan menggigit kuku juga dapat menyebabkan jari menjadi bengkak bahkan berdarah, dimana bakteri melakukan perjalanan menuju aliran darah.

# MCI Indonesia

3. Masalah pada gigi


Masalah oral yang ditimbulkan karena menggigit kuku seperti gingivitis (radang gusi) dan kerusakan gigi. Gigi depan rentan menjadi pecah, retak atau aus karena menggigit kuku.

Menggigit kuku menyebabkan akar gigi menjadi pendek atau yang dikenal dengan resorpsi akar, yang juga dapat berkembang dan menyebabkan gigi rontok. Selain itu, menggigit kuku juga dapat memotong gusi, dan memungkinkan bakteri memasuki luka.

4. Kutil

Menggigit kuku dapat menyebabkan kutil kuku, kasar dan kuku tumbuh keras di bawah dan di sekitar kuku tersebut. Kutil ini sulit untuk disembuhkan karena lokasi mereka yang ada di sekitar kuku. Kutil dapat merusak pertumbuhan kuku dan menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Kutil subungual atau periungual yang dibentuk di bawah kuku adalah tumor jinak. Tetapi jika tidak diobati, mereka dapat tumbuh dan menyebabkan infeksi pada jari lainnya.

Kulit periungual yang tinggi dan tidak merata, dapat menyebabkan permukaan tangan terkelupas dan kasar. Kutil ini dapat merusak kuku dengan mengangkatnya dari kulit atau menyebabkan kuku terlepas sebagian.

Kutil dapat dihilangkan dengan obat yang diresepkan, prosedur bedah, dengan pembekuan, membakar atau pengobatan laser.

Nah, sebelum semua hal di atas terjadi pada Anda, segeralah hentikan kebiasaan menggigit kuku, yang selain merusak keindahan kuku, juga dapat membahayakan kesehatan Anda.

# Bioglass Indonesia

+++
Sebagian besar masyarakat saat ini masih menganggap perilaku menggigit kuku hanyalah suatu kebiasaan buruk namun tidak terlalu membahayakan. Akan tetapi, pandangan ini semestinya diubah. Para ahli kesehatan jiwa atau psikiater di Amerika Serikat kini sudah menilai perilaku menggigit kuku sebagai hal yang mesti dicermati dan diwaspadai.  Seperti dilaporkan Medicaldaily, lembaga kesehatan jiwa American Psychiatric Association's Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) mulai tahun depan akan mengkategorikan kebiasaan menggigit kuku sebagai salah satu ciri-ciri gangguan obsesif kompulsif (OCD).
Kebiasaan menggigit kuku lebih umum terjadi pada perempuan. Sekitar 33% anak-anak berusia 7 sampai 10 tahun punya kebiasaan menggigit kuku.  Pada saat menginjak remaja, kebiasaan ini berkurang, dan kebanyakan mereka berhenti menggigit kuku pada usia 30-an. Jika belum bisa berhenti juga, artinya kebiasaan mengigit kuku ini bisa diasosiasikan dengan ketidakmampuan penderita mengatasi Impuls Control Disorder, sehingga rentan terhadap gangguan OCD.
Ketika menggigit kuku, pelaku biasanya akan merasakan kenikmatan dan merasa lega, walaupun terkadang mengalami penyesalan setelahnya. Walaupun  sering terjadi pada anak-anak, tapi banyak juga para usia dewasa mengalaminya. Penyebabnya bisa macam-macam, gelisah, stress, sedih, atau merasa bosan. Kadang kebiasaan menggigit kuku ini menjadi perilaku reflek yang menjadi rutinitas harian, dan baru sadar ketika jari berdarah, atau tampilan kuku dan kulit sekitar kuku sudah rusak.

Cara Mengatasi Kebiasaan Menggigit Kuku
Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk menghentikan kebiasaan buruk tersebut:
1. Gunting kuku secara rutin hingga batas tidak bisa digigit. Sediakan gunting kuku di tas sehingga ketika ada kutikula kuku yang mengganggu bisa langsung dipotong, bukannya digigit.
2. Memakai kuteks. Rasa kuteks tidak enak di lidah dan akan mengurangi keinginan untuk menggigitnya.
3. Memberikan aktivitas pada jari yang menyenakan, misalnya memainkan Handphone. Bisa juga memberikan aktivitas mengunyah pada mulut, misalkan dengan mengunyah permen karet.
4.  Menurunkan kecemasan. Menggigit kuku merupakan kegiatan yang reflek apalagi ketika mengalami strees dan kegelisahan datang, oleh karena itu mencoba untuk dapat mengendalikan kecemasan  dalam diri.  Dalam waktu yang singkat dapat berupa relaksasi misalkan tarik nafas dengan dalam,  dapat juga  melakukan perjalanan yang menyenangkan.
5. Saat ingin menggigit kuku, segera ingatkan diri kita untuk menghentikannya dengan menggenggam tangan kita membentuk kepalan.

Comments

Popular posts from this blog

*DF* Makanan & buah penurun Kolestrol & Makanan Yang perlu dihindari penderita kolestrol

*DF* *Seputar Sex* Fantasi Seks Oral yang Didambakan Pria

Bagaimana Ya? Cara Menurunkan Berat Badan Dengan Cara Alamiah Dan Sehat